SEANTERONEWS.com — Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) sejak malam menyebabkan enam desa terendam banjir. Air yang meluap dari sungai dan saluran irigasi masuk ke permukiman warga hingga setinggi lutut orang dewasa.
Curah hujan tinggi membuat debit air meningkat dalam waktu singkat. Beberapa jalan lingkungan dilaporkan ikut tergenang sehingga aktivitas warga menjadi terganggu.
Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan ringan karena terendam. Perabotan yang berada di lantai dasar terpaksa diangkat agar tidak rusak terkena air.
Petugas BPBD bersama aparat desa turun ke lokasi untuk melakukan pendataan. Mereka juga membantu mengevakuasi warga yang rumahnya berada di titik terendah. bithe.co
Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat dan pos sementara. Anak-anak dan lansia menjadi prioritas evakuasi karena dikhawatirkan terdampak kondisi cuaca.
Selain merendam rumah, banjir juga menggenangi area persawahan. Petani khawatir tanaman padi yang baru ditanam akan rusak jika genangan bertahan lama.
BPBD mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Pihaknya meminta warga tidak memaksakan diri melintas di jalan yang tergenang.
Pemerintah kabupaten menyiapkan bantuan logistik darurat untuk warga terdampak. Selimut, makanan siap saji, dan kebutuhan dasar lainnya mulai disalurkan.
Tim kesehatan desa juga disiagakan untuk mencegah munculnya penyakit akibat lingkungan lembap. Edukasi terkait kebersihan air dan sanitasi diberikan kepada warga.
Hingga siang hari, genangan air di beberapa titik mulai berangsur surut. Namun petugas masih bertahan di lapangan untuk memastikan kondisi benar-benar aman.
Warga berharap perbaikan drainase dan pengerukan sungai dapat dipercepat. Upaya pencegahan dinilai penting agar bencana serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.[]










